Jumat, 06 Oktober 2017

Fungsi dan Tanggung Jawab Perusahaan



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Perusahaan
            suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. (Pasim, 2012)
            Secara umum, dunia usaha didirikan untuk memenuhi keinginan manusia akan barang dan jasa. Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan ekonomis perusahaan, hampir selalu terjadi interaksi antara perushaan dengan lingkungannya. Interaksi tersebut menurut perusahaan untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, terutama dengan lingkungan eksternal yang pada umumnya tidak dikuasai langsung oleh perusahaan. Interaksi yang terjadi, pada akhirnya, akan memunculkan tanggung jawab social perusahaan terhadap pihak-pihak yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung atas kegiatan yang dilakukan perusahaan. Dengan demikian perushaan harus memperhitungkan dampak social ekonomi yang akan dirasakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan kebijakan yang diambilnya. Dalam hal ini, tanggung jawab social perusahaan berhubungan dengan perusahaan lain, konsumen, karyawan, investor, masyarakat secara keseluruhan, lingkungan eksternal, maupun alam. (M, 2006)
2.1  Tujuan Pendirian Perusahaan
Di badakan menjadi 2, yaitu :
·         Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
·         Tujuan social
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
2.2  Fungsi – Fungsi Perusahaan
            Dalam mencapai tujuan dikenal dua fungsi perusahaan, yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen. Bla kedua fungsi tersebut dapat berjalanbaik, perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintregasi, dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
Termasuk dalam fungsi operasi adalah:
                              1.            Pembelian dan Produksi
                              2.            Pemasaran
                              3.            Keuangan
                              4.            Personalia
                              5.            Akuntansi
                              6.            Administrasi
                              7.            Teknologi Informasi/komputasi
                              8.            Transformasi dan Komunikasi
                              9.            Pelayanan Umum
                          10.            Hukum/Perundang-undangan dan Humas
Dari  kesepuluh fungsi operasi tersebut, fungsi pembelian dan produksi, pemasaran, personalia, dan keuangan merupakan fungsi operasi utama perusahaan. Fungsi-fungsi operasi lainnya merupakan fungsi operasi penunjang.
Termasuk dalam fungsi manajemen adalah Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian
2.3  Tanggung Jawab Perusahaan
                              1.            Tanggung Jawab Sosial kepada Pelanggan
            Tanggung Jawab kepada Pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produk. (Nuswantari, 2012) Dalam praktek tanggung jawab yang meliputi :
a) Tanggung Jawab Produksi : Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga keselamatan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efek samping.
b) Tanggung Jawab Penjualan : Perusahaan tidak melakukan strategi penjualan yang terlalu agresive atau iklan yang menyesatkan. Perlu survey kepuasan pelanggan, dimana yang bersangkutan diperlakukan sebagaimana mestinya.
 Menjamin TanggungJawab Sosial Kepada Pelanggan Dapat dilakukan dengan tahap menciptakan kode etik yang berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara. Dapat juga dilakukan dengan memantau semua keluhan dari pelanggan,mencari sumber keluhan dan pastikan bahwa masalah tersebut tidak akan terulang lagi,juga meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas barang/jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada keluhan dengan mengirim kuesioner. Tanggung jawab kepada pelanggan didorong juga oleh sekelompok konsumen tertentu. Konsumerisme mewakili permintaaan kolektif pelanggan dimana bisnis memenuhi kebutuhan mereka.
                              2.            Tanggung Jawab Sosial Kepada Karyawan
·         Rasa Aman para Karyawan
·         Perlakuan layak oleh karyawan lain
·         Perlindungan terhadap pelecehan seksual.
·         Kesempatan yang sama/Hak sipil
            Cara Perusahaan Meyakinkan Tanggungjawab Kepada Karyawan Untuk meyakinkan bahwa karyawan menerima perlakuan yang layak, beberapa perusahaan menciptakan prosedur keluhan untuk karyawan yang merasa bahwa mereka tidak diberi kesempatan yang sama. Keluhan ditangani oleh seseorang atau departemen/bagian/seksi yang ditunjuk perusahaan.
                              3.            Tanggung Jawab Sosial Kepada Pemegang saham
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham). Cara perusahaan meyakinkan tangung jawab social kepada pemilik saham antara lain dengan cara:
·         Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik.
·         Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan.
·         Pemegang saham aktif dalam mempengaruhi kebijakan manajemen perusahaan, terlebih ketika mereka tidak puas dengan gaji para eksekutif perusahaan atau kebijakan lain. Pemegang saham yang sangat aktif umumnya investor institusi yang memiliki sejumlah besar saham. Mereka akan meminta pertangungjawaban eksekutif perusahaan atas ketidak puasannya.
                              4.            Tanggung Jawab Sosial Kepada Kreditor
Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan
                              5.            Tanggung Jawab Sosial Kepada Lingkungan
·         Pencegahan polusi udara,dengan cara peninjauan kembali proses produksi. Contohnya membatasi jumlah Co2 yang disebabkan oleh proses produksi dengan mendesain
·         peralatan produksi dan produknya, mendaur ulang plastik dan membatasi pemakaian material yang akan menjadi sampah yang solid.
·         Pencegahan polusi daratan,dengan cara peninjauan kembali proses produksi dan pengemasan,serta menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan.
                              6.            Tanggung Jawab Sosial Kepada Komunitas
·         Sponsori acara masyarakat lokal di sekitar perusahaan.
·         Memberikan sumbangan kepada masyarakat tidak mampu.  
Menyumbangkan dana untuk tujuan pendidikan.

Rabu, 02 Desember 2015

Mengelola Konflik


DEFINISI KONFLIK

Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Konflik organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan kerja karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi.

PANDANGAN KONFLIK

Arti konflik telah dikacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Konflik sering dikonotasikan sebagai hal yang sangat mengganggu (barrier). Sikap terhadap konflik dalam suatu organisasi telah berubah dari waktu ke waktu. Seorang ahli bernama STEPHEN P.ROBINS telah menelusuri perkembangan mengenai konflik, dengan penekanan pada perbedaan pandangan Tradisional dan pandangan baru atau Interaksioni. Perbedaan pandangan ini dapat ditujukan dalam tabel dibawah ini.

PANDANGAN LAMA

1. Konflik dapat dihindari
2. Konflik disebabkan oleh kesalahan kesalahan Manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi atau pengacau.
3. Konflik mengganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
4. Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik
5. Pelaksanaan kegiatan organisasiyang optimal membutuhkan penghapusan konflik.

PANDANGAN BARU

1. Konflik tidak dapat dihindarkan
2. Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam persepsi dan nilai nilai pribadidan sebagainya.
3. Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai tingkatan
4. Tugas manajemen adalah mengelola konflik dan penyelesaiannya.
5. Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik yang moderat.

JENIS-JENIS KONFLIK

1. Konflik dalam diri individu
2. Konflik antar individu
3. Konflik antar individu dan kelompok
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
5. Konflik antar organisasi

 a. Konflik dalam diri individu (conflict within the individual). Konflik ini terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang melebihi batas kemampuannya.
b. Konflik antar-individu (conflict among individuals). Terjadi karena perbedaan kepribadian (personality differences) antara individu yang satu dengan individu yang lain.
c. Konflik antara individu dan kelompok (conflict among individuals and groups). Terjadi jika individu gagal menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok tempat ia bekerja.
d. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflict among groups in the same organization). Konflik ini terjadi karena masing-masing kelompok memiliki tujuan yang berbeda dan masing-masing berupaya untuk mencapainya.
e. Konflik antar organisasi (conflict among organizations). Konflik ini terjadi jika tindakan yang dilakukan oleh organisasi menimbulkan dampak negatif bagi organisasi lainnya. Misalnya, dalam perebutan sumberdaya yang sama.
f. Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflict among individuals in different organizations). Konflik ini terjadi sebagai akibat sikap atau perilaku dari anggota suatu organisasi yang berdampak negatif bagi anggota organisasi yang lain. Misalnya, seorang manajer public relations yang menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dilansir seorang jurnalis.

METODA- METODA PENGELOLAAN KONFLIK

1. Metoda stimulasi konflik
2. Metoda Pengurangan konflik
3. Metoda Penyelesaian konflik

1. METODA STIMULASI KONFLIK

Konflik dapat menimbulkan dinamika dan pencapaian cara cara yang lebih baik dalam melaksananakan kegiatan kerja kelompok. Situasi dimana konflik terlalu rendah akan menyebabkan karyawan takut berinisiatif dan menjadi pasif. Ciri-ciri pada situasi seperti ini adalah:

· Kejadian, perilaku dan informasi yang dapat mengarahkan orang orang bekerja lebih baik diabaikan,
· Para anggota kelompok saling bertoleransi terhadap kelemahan dan kejelekan pelaksanaan kerja

Konflik dapat menimbulkan dinamika dan pencapaian cara cara yang lebih baik dalam melaksananakan kegiatan kerja kelompok. Situasi dimana konflik terlalu rendah akan menyebabkan karyawan takut berinisiatif dan menjadi pasif. Ciri-ciri pada Konflik dapat menimbulkan dinamika dan pencapaian cara cara yang lebih baik dalam melaksananakan kegiatan kerja kelompok. Situasi dimana konflik terlalu rendah akan menyebabkan karyawan takut berinisiatif dan menjadi pasif, Sehingga Manajer dari kelompok ini perlu merangsang timbulnya persaingan dan konflik yang dapat mempunyai efek penggemblengan.

Metode ini dapat dilakukan dengan cara:

· Memasukan atau menempatkan orang luar kedalam kelompok
· Penyusunan kembali organisasi
· Penawaran bonus, pembayaran insentif dan penghargaan untuk mendorong persaingan
· Pemilihan manajer yang tepat
· Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan

2. METODE PENGURANGAN KONFLIK

Metode ini menekan terjadinya antogonisme yang ditimbulkan oleh konflik, lebih sering mengelola konflik dengan “pendinginan suasana” tetapi tidak menangani masalah yang semula menimbulkan konflik. Hal ini dapat dilakukan dengan:

· Pendekatan efektif pertama mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok.
· Mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi “ancaman” atau “musuh” yang sama.

3. METODE PENYELESAIAN KONFLIK

Metode penyelesaian konflik secara langsung mempengaruhi pihak pihak yang bertentangan. Metoda yang digunakan mencakup perubahan dalam struktur organisasi, mekanisme koordinasi,dan sebagainya. Ada tiga metoda dalam menyelesaikan konflik;

Dominasi dan penekanan.
Dapat dilakukan dengan cara;

a) Kekerasan (forcing) :
bersifat penenkanan otokratik
b) Penenangan (smoothing) :
cara diplomatis
c) Penghindaran (avoidance) :
menghindar untuk mengambil posisi yang tegas
d) Aturan Mayoritas (Majority rule) :
melakukan pemungutan suara (voting)

Kompromi
Mencari jalan tengah cara ini dapat dilakukan dengan;

a) Pemisahan (separation) :
pihak yang bertentangan dipisahkan sampai ada persetujuan
b) Arbitrasi (perwasitan) :
pihak ketiga dimintai pendapat,kembali pada peraturan yang berlaku
c) Penyuapan (bribing):
salah satu pihak menerima kompensasi dalam pertukaran untuk tercapainya penyelesaian konflik.

Pemecahan Masalah Integratif
Konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui tekhnik tekhnik;

a) Konsensus
Dimana pihak yang bertentangan bertemu mencari peneyelesaian terbaik, bukan mencari kemenangan sesuatu sepihak.

b) Konfrontasi
Pihak pihak yang saling berhadapan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain, diperlukan kepemimpinan yang terampil dan kesediaan untuk menerima penyelesaian, penyelesaian konflik yang rasional sering dapat ditemukan.

c) Tujuan Tujuan yang lebih Tinggi (superordinate goals)
Metoda penyelesaian konflik dengan persetujuan bersama untuk menetapkan tujuan

Cara atau Taktik Mengatasi Konflik

Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik, berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul.
Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.
Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.

Play Store

Kemajuan teknologi informasi saat ini terus berkembang pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam memperoleh informasi.apalagi saat ini informasi sangat mudah di dapat hanya melalui telpon genggam Oleh karena itu kemajuan teknologi informasi di bidang software aplikasi pada saat ini ialah Google playstore.
Peran Google playstore sangat, jelas kita dapat mengunduh berbagai jenis aplikasi, film, buku, dan game berbasis android yang berbayar maupun yang gratis dengan sangat mudah, apabila kita memiliki aplikasi yg ingin di upload di playstore caranya pun tergolong mudah hanya perlu memiliki akun googleplay dan membayar $25 dan mengikuti prosedur-prosedur yang diterapkan.
Penulisan makalah ini merupakan pemaparan mengenai Sejarah dan perkembangan aplikasi Google Playstore, yang diambil dari beberapa sumber internet lainnya.
Penulisan makalah ini, saya akan mencoba memaparkan bentuk dan fungsi dari software aplikasi playstore yang akan kami ulas. Harapannya makalah yang kami tulis ini dapat mengulas materi kali ini tanpa mengurangi esensi dari berbagai sumber yang telah digunakan.


Adapun tujuan kemudahan Google playstore dalam memenuhi kebutuhan untuk mencari aplikasi di dalam smartphone adalah:
1.      Memenuhi tugas mata kuliah pengantar aplikasi komputer
2.      Memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai aplikasi Google Playstore
3.       Bagaimana cara mengunduh aplikasi yang sesuai kebutuhan





Sistem operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ketiga terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android. Pertama kali dibuka pada 22 Oktober 2008, saat ini, diperkirakan telah ada lebih dari 450.000 aplikasi di Android Market [4], dan pertumbuhan jumlah aplikasi ini terbilang sangat cepat. Pada November 2009, jumlah aplikasi di Android Market hanya sekitar 2.300 aplikasi. Maret 2010, Android Market telah memiliki 30.000 aplikasi. Sementara pada Agustus 2010, telah terdapat lebih dari 80.000 aplikasi di Android Market. Diprediksikan, pada akhir 2010 aplikasi di Android Market akan berjumlah 150.000 aplikasi [5].

Dari puluhan ribu aplikasi tersebut, lebih dari setengahnya tidak berbayar. Menurut data yang dikeluarkan Distimo, sebuah firma app store analytic, pada Juni 2010, 57% aplikasi di Android Market adalah aplikasi tak berbayar [6]. Tak heran bila dalam waktu kurang dari dua tahun sejak dibukanya Android Market, telah ada lebih dari 1 juta kali unduhan [7]. Meski banyak aplikasi gratis, tidak berarti Android Market tidak mendatangkan keuntungan bagi para pengembang. Keuntungan tersebut datang dari pengiklan yang dapat menyisipkan iklannya dalam aplikasi. Bila pengguna aplikasi mengklik iklan tersebut, pengembang bisa mendapat keuntungan sekitar 0,01 – 0,05 USD [8] Untuk aplikasi berbayar, Google menerapkan kebijakan pembagian keuntungan sebesar 70% untuk pengembang dan 30% untuk Google Market. (Store, Sejarah dan Perkembangan Play, 2015)


2.2  Perkembangan Produk

play-store-1.0                                 play-store-1.6
Gambar 2. 1 Android Market 1.0                                                           Gambar 2. 2 Android Market 1.6
                                                Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)
                              
play-store-2.0                                  play-store-3.0-phone
Gambar 2. 3 Android Market 2.0                                              Gambar 2. 4 Android Market 3.0
Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)
play-store-3.5                           play-store-4.0
               Gambar 2. 5 Google Play Store 3.5                                         Gambar 2. 6 Google Play Store 4.0

play-store-4.1                      play-store-4.4
Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)

               
 


Cara mengunduh aplikasi dari Google Play
Google Play dapat diakses dari perangkat Android versi 2.1 ke atas. Berikut ini adalah beberapa langkah dalam menginstal aplikasi dari Google Play.
1. Mencari aplikasi yang diinginkan. Kita dapat mencari aplikasi berdasarkan klasifikasi, ataupun langsung menggunakan fasilitas search.
2. Bila kita mengklik sebuah aplikasi, akan muncul deskripsi tentang deskripsi tersebut, rating yang diberikan para penggunanya, dan review atau komentar dari para penggunanya.
3. Bila kita mengklik install, maka aplikasi akan segera diunduh dan proses unduhan akan berlangsung sebagai background process, sehingga pengguna dapat kembali berselancar di Google Play.
4. Aplikasi yang telah diunduh dari Google Play akan tampil dalam menu downloads. Pengguna dapat menghapus aplikasi dari menu ini.

Format aplikasi yang digunakan oleh ponsel Android adalah Android Package Files (APK). Aplikasi yang diunduh dari Google Play tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut. Pada Android versi 2.1 kebawah, aplikasi akan terinstal di memori internal perangkat. Namun, pada Android versi 2.2, aplikasi dapat diinstal di memori eksternal, sehingga memori internal perangkat dapat lebih leluasa.




Bab 3
Jika Anda pemerhati pasar aplikasi mobile, tentunya Anda sudah tidak asing dengan App Annie yang secara berkala selalu merilis App Annie Index yang berisi laporan mengenai kondisi terakhir pasar aplikasi mobile. Baru-baru ini App Annie merilis App Annie Index untuk kuartal kedua 2013. Nah, seperti apa kondisi pasar aplikasi mobile saat ini?
Secara umum, pasar aplikasi mobile masih mirip dengan beberapa laporan App Annie Index sebelumnya. Google Play masih unggul dalam total jumlah unduhan dengan selisih yang tipis dari iOS App Store. Jumlah unduhan terbesar bagi Google Play datang dari AS, Korea Selatan, Jepang, Rusia dan Brazil. Sementara jumlah unduhan iOS App Store terbanyak datang dari AS, Cina, Jepang, Inggris Raya, dan Rusia.

http://www.trenologi.com/wp-content/uploads/2013/08/App-Annie-Index-Juli-2013-1.png
Gambar 3. 1 App Downloads & App revenue 
     Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)

Situasi berbeda ketika berbicara mengenai total jumlah  pendapatan aplikasi. iOS App Store unggul dalam total jumlah pendapatan dengan jumlah 2,3 kali lipat lebih banyak dari Google Play. Meskipun demikian, angka ini sebenarnya menunjukkan tren yang cukup postifi bagi Google Play. Secara kontinu, Google Play berhasil memperkecil selisih total jumlah pendapatan aplikasi ini. Selisih ini berturut-turut berkurang, mulai dari iOS App Store memiliki total pendapatan 4 kali lipat, 3,5 kali lipat, hingga terakhir 2,6 kali lipat dari total pendapatan Google Play.

Berdasarkan kategori aplikasi, games masih memimpin baik jumlah total unduhan maupun jumlah total pendapatan di iOS. Meskipun di peringkat selanjutnya, komposisinya berbeda cukup jauh antara statistik total unduhan dan total pendapatan. Aplikasi-aplikasi hiburan, foto & video, gaya hidup, serta utilities mengisi daftar aplikasi dengan jumlah unduhan terbesar. Sementara aplikasi-aplikasi jejaring sosial, musik, dan produktivitas yang mendapatkan jumlah pendapatan terbesar setelah aplikasi games. http://www.trenologi.com/wp-content/uploads/2013/08/App-Annie-Index-Juli-2013-2.png 
Gambar 3. 2 Categories Download
Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)
http://www.trenologi.com/wp-content/uploads/2013/08/App-Annie-Index-Juli-2013-3.png
Gambar 3. 3 Categories Revenue
Sumber:(https://rendy37.wordpress.com)
Terakhir, di Google Play komposisinya agak sedikit berbeda. Meski kategori games masih mendominasi jumlah unduhan dan pendapatan, kategori komunikasi dan tools justru cukup dominan juga baik di jumlah unduhan dan jumlah pendapatan. Berikut daftar lima besar kategori aplikasi di Google Play berdasarkan jumlah unduhan dan pendapatan tadi. (Sejarah Perkembangan google playstore, 2015)

3.2  Kelebihan dan Kekurangan Produk
 - Tersedia Banyak Aplikasi
      Kelemahan
-          Hanya pengguna yang memiliki perangkat Android yang dapat bertransaksi.
-          Aplikasi Tergantung pada spesifikasi yang kita punya, banyak aplikasi yang tidak mendukung karena device yang kita  punya spesifikasinya tidak sesuai dengan aplikasi yang ada
-          Masih adanya aplikasi yang mengandung Virus , sehingga user harus pintar-pintar dalam memilih aplikasi.







Bab 4
Dalam perkembangan Market menjadi Playstore. Play store mempermudah pengguna smartphone dalam mencari aplikasi yang menurut kita dibutuhkan. Dengan mengkatagorikan berbagai macam aplikasi. Aplikasi yang diunduh dari Google Play tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut.